Aplikasi menampilkan sejumlah rasio fundamental untuk setiap emiten tercatat, yang diambil dari laporan keuangan yang dipublikasikan. Halaman ini menjelaskan apa yang diukur setiap rasio dan bagaimana perhitungannya.

Rasio adalah titik awal riset, bukan kesimpulan. Sebuah angka baru bermakna ketika dibandingkan dengan riwayat emiten itu sendiri dan dengan emiten lain pada sektor yang sama.
Current Ratio (%)
Ukuran likuiditas: seberapa besar aset jangka pendek perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.
Current Ratio = Aset Lancar / Liabilitas Lancar
Nilai di atas 1 berarti aset lancar melebihi liabilitas lancar. Batas yang dianggap sehat berbeda antar industri — usaha padat modal umumnya memiliki angka lebih rendah dibanding peritel. Rasio ini juga dikenal sebagai working capital ratio.
Dividend (Rp)
Jumlah kas per lembar saham yang dibagikan kepada pemegang saham dari laba perusahaan, ditetapkan oleh direksi dan disetujui dalam rapat umum pemegang saham.
Perusahaan mapan dengan arus kas stabil cenderung membagikan dividen secara rutin. Perusahaan muda yang sedang tumbuh cepat sering kali tidak membagikan dividen sama sekali karena labanya diinvestasikan kembali untuk ekspansi — tidak adanya dividen bukan dengan sendirinya sinyal negatif.
EPS (Rp)
Earning Per Share — bagian laba yang menjadi hak setiap lembar saham beredar, dan merupakan ukuran profitabilitas per lembar yang paling langsung.
EPS = (Laba Bersih - Dividen Saham Preferen) / Rata-rata Saham Beredar
BV (Rp)
Book Value — nilai aset bersih perusahaan menurut neraca: total aset dikurangi aset tak berwujud dan seluruh liabilitas. Angka ini mencerminkan nilai akuntansi, bukan nilai pasar, sehingga dapat berbeda jauh dari harga jual aset tersebut bila benar-benar dilepas.
DAR (X)
Debt to Asset Ratio — proporsi aset perusahaan yang dibiayai oleh utang.
DAR = Total Utang / Total Aset
Angka yang lebih tinggi berarti leverage yang lebih besar, yang memperbesar potensi imbal hasil sekaligus risikonya.
DER (X)
Debt to Equity Ratio — besarnya utang perusahaan dibandingkan ekuitas pemegang saham.
DER = Total Liabilitas / Ekuitas Pemegang Saham
Bacalah bersama norma sektornya: bank dan perusahaan pembiayaan secara wajar memiliki rasio jauh lebih tinggi dibanding perusahaan manufaktur.
ROA (%)
Return on Assets — seberapa efisien manajemen mengubah aset yang dimiliki menjadi laba.
ROA = Laba Bersih / Total Aset
ROE (%)
Return on Equity — seberapa besar laba yang dihasilkan perusahaan atas modal yang ditanamkan pemegang saham. Persentase yang lebih tinggi umumnya menandakan penggunaan ekuitas yang lebih efisien, tetapi dapat juga terangkat oleh leverage yang besar — karena itu bacalah bersama DER.
ROE = Laba Bersih / Rata-rata Ekuitas Pemegang Saham
GPM (%)
Gross Profit Margin — proporsi pendapatan yang tersisa setelah dikurangi biaya langsung produksi barang atau jasa. Rasio ini memperlihatkan daya tawar harga dan efisiensi produksi, sebelum biaya overhead diperhitungkan.
GPM = Laba Kotor / Pendapatan
OPM (%)
Operating Profit Margin — proporsi pendapatan yang tersisa setelah biaya langsung produksi maupun beban operasional seperti gaji, overhead, dan penyusutan.
OPM = Laba Usaha / Penjualan Bersih
Karena mengesampingkan efek pendanaan dan pajak, OPM berguna untuk membandingkan kinerja operasional dasar antar perusahaan dengan struktur permodalan yang berbeda.
NPM (%)
Net Profit Margin — proporsi pendapatan yang bertahan sampai menjadi laba bersih, setelah biaya produksi, beban operasional, bunga, dan pajak.
NPM = Laba Bersih / Pendapatan
Payout Ratio (%)
Bagian dari laba yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen.
Payout Ratio = Dividen per Lembar / Laba per Lembar
Rasio di atas 100% berarti perusahaan membagikan lebih banyak daripada laba yang diperolehnya pada periode tersebut — kondisi yang umumnya tidak berkelanjutan tanpa menggerus cadangan atau menambah utang. Rasio yang lebih rendah menyisakan lebih banyak laba untuk diinvestasikan kembali.
Yield (%)
Dividend Yield — dividen tahunan yang dinyatakan sebagai persentase terhadap harga saham saat ini. Rasio ini menunjukkan imbal hasil dividen atas harga yang Anda bayar hari ini.
Dividend Yield = Dividen Tahunan per Lembar / Harga per Lembar
Perhatikan bahwa yield naik ketika harga turun, sehingga yield yang luar biasa tinggi bisa jadi mencerminkan harga saham yang sedang jatuh, bukan dividen yang murah hati. Yield tahun berjalan sering diperkirakan dari dividen tahun sebelumnya, atau dengan menyetahunkan pembagian terakhir.
Rasio yang ditandai annualized pada aplikasi menyetahunkan periode laporan terakhir, sehingga hasil interim dapat dibandingkan setara dengan angka satu tahun penuh. Rasio tanpa tanda tersebut diambil langsung dari laporan keuangan terakhir yang dipublikasikan.